Desa Pakis (Kec.Kradenan) Masuk Program PAMSIMAS

Sebanyak 12 desa di wilayah Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, masuk program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang didanai pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swadaya masyarakat di tahun 2010 ini.

Sementara, dua desa lainnya masuk kategori replikasi. Kategori ini murni didanai pemerintah daerah dengan pelaksanaan kegiatan yang sejenis.

“Bedanya hanya masalah sumber pendanaan. Kalau program PAMSIMAS pusat merupakan sinergi kerjasama dengan Pemkab dan swadaya masyarakat. Sementara program replikasi didanai oleh Pemkab sebagai kegiatan pendamping,” kata koordinator PAMSIMAS Grobogan Ir Dodit Sushermanto didampingi fasilitator Edy Supriyadi, Rabu (11/8).

Dikatakan, 12 desa akan mengelola dana masing-masing Rp 275 juta yang sumbernya berasal APBN sebesar Rp 192,5 juta, APBD Rp 27,5 juta, dan swadaya masyarakat berbentuk uang tunai sebanyak Rp 11 juta, serta material/tenaga setara nominal Rp 44 juta. Sementara dua desa yang masuk program replikasi didanai APBD sebesar Rp 220 juta.

“Dana bantuan langsung ditransfer ke rekening LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) yang beranggotakan lima orang dari desa terkait. LKM ini sebagai panitia realisasi kegiatan, sehingga kami bekali dengan pelatihan perencanaan fisik dan administrasi,” tambah Dodit.

Program ini kegiatannya berupa penyediaan air bersih melalui pembuatan sumur dalam di tiap desa untuk kemudian dibuat jaringan sanitasi. Setelah tahap pembangunan fisik selesai, nantinya pengelolaan akan diserahkan kepada badan pengelolaan sarana (BPS) yang beranggotakan warga desa.

“Boleh dibilang program yang dimulai sejak tahun 2008 dan berakhir di 2011 ini semacam PDAM versi desa. Dengan melibatkan pengelolaannya oleh masyarakat, maka diharapkan bantuan ini akan berkesinambungan dan bisa menjadi pendapatan desa,” tambah Edy.

12 desa yang mendapat program PAMSIMAS yaitu Ngembak  (Kedungjati), Tambakan  (Gubug), Manggar Wetan (Godong), Sulursari (Gabus), Pakis (Kradenan), Tegalsumur (Brati), Teguhan (Grobogan), Jambangan (Geyer), Randurejo (Pulokulon), Ngrandah (Toroh), Parakan dan Jetis (Karangrayung). Sementara dua desa lainya yang masuk program replikasi adalah Boloh (Toroh) dan Lemah Putih. (www.suaramerdeka.com)

8 Tanggapan

  1. […] Desa Pakis (Kec.Kradenan) Masuk Program PAMSIMAS […]

  2. bagus gan..ada kemajuan…

  3. Ksihan anggota satlakny blum di gaji, mreka terbengkalai pdahal anggran utk satlak sbsar rp.7,502,000,- blum lg dtmbah dr dna SR per plnggan rp.520,000,- pdhal utk blnja hny menghabiskan rp.325,000,-. Kmn uang sisany ? Smp skrang tdk ada tnggung jwb dr ktua Lkm/bps. Trus bgmn nsib satlak yg kmdian mnjd anggta bps yg blum mndpatkn gj ? Pdhal mreka trmsuk saya tlah bkrj slama 5 blan tnp gaji. Mngkin ktua Lkm/Bps mniru gya GAYUS ?
    Ahh lagi2 orng kcil yg dperdaya.

  4. pak kukuh didesa pakis khusunya ngrao selatan RT 04/05 itu airnya jarang keluar dikarenakan ada masyarkat yang bilang pengurusnya/mengkoordinir saat air mengalir kurang teliti jadi banyak warga yang masih kekurangan air tersebut..
    sebenarnya kan air mengalir itu bergiliran, tetapi waktu jam air bergiliran di RT A ini misalnya itu tidak keluar padahal sudah nunggu waktunya air keluar tetapi tidak keluar.. itu kan kasian warga yang sangat membutuhkan pak??
    ada warg ayng bilang juga tidak di belikan pulsa makanya gak mengalir seperti itu.
    jadi yaa pengennya warga masyarakat airnya mengalir tiap jam dan waktu yang sudah di tentukan tersebut.
    maksih…🙂

  5. pasar pakis butuh renovasi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: