Petani Minta Waduk Simo Dikeruk

Kalangan petani di wilayah timur Grobogan, perbatasan dengan Sragen meminta agar Waduk Simo di Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan dilakukan pengerukan. Pasalnya sejauh ini tingkat sedimentasi lumpur di waduk cukup tinggi.

Kedangkalan Waduk Simo sudah mencapai tiga meter lebih dari kapasitas air 7.50 meter. Praktik penjarahan hutan dan tanaman di sekitar waduk secara liar oleh tangan-tangan jail pada tahun 1997 menyebabkan longsoran tanah sekitar waduk masuk ke dalamnya.

’Kemudian terus menerus waduk jadi dangkal. Karenanya pasokan air ke lahan pertanian kian hari terus berkurang,” jelas Suwar, petani di sekitar waduk kepada Wawasan, kemarin.

Kepala Desa (Kades) Simo, Kecamatan Kradenan Suwardi menambahkan, pada 2007 sebenarnya sudah menyampaikan usulan pengerukan waduk ke Pemkab Grobogan. Namun hingga saat ini belum ada tindaklanjut dari dinas terkait.

”Petani dan warga berharap agar pendangkalan waduk segera ditangani,” pinta kades.

Menurutnya, keberadaan waduk yang dibangun pada zaman Belanda yang luasnya mencapai 85 hektar tersebut merupakan urat nadi bagi petani di sekitarnya. Sebab waduk tidak saja mengairi lahan pertanian di Desa Simo saja, tapi juga warga Desa Pakis, dan Desa Sidorejo (Kecamatan Pulokulon), dan sekitarnya.

Disebutkan, di Desa Simo ada sekitar 287 hektar lahan pertanian yang dialiri dari waduk. Kemudian, Desa Sidorejo 60 hektar, dan Desa Pakis 40 hektar.

”Namun sekarang sudah mulai menurun. Di Desa Simo sekarang tinggal mampu mengairi 196 hektar,” imbuh kades yang juga kesehariannya menggarap sawah ini.

Dibenarkan, jika di samping untuk kebutuhan pertanian, air waduk juga dimanfaatkan warga untuk keperluan setiap hari.

Khususnya untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan sebagainya.

”Untuk pertanian waduk mulai dibuka biasanya pada November sampai Juni. Saat kemarau tiba warga yang mengambil air dengan mobil tangki,” akunya.

Pendakalan waduk terutama terjadi di areal yang berada di pinggir. Sebab jarak tanah yang longsor cukup dekat dengan bibir waduk.

Kewenangan pusat
Sementara, Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Grobogan, Ir Rudi Atmoko didampingi Kepala Bidang (Kabid) Irigasi, Subiyono ST mengatakan, masalah waduk yang ada di Grobogan jadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yang berkantor di Semarang. Termasuk di antaranya Waduk Simo yang dilaporkan mengalami pendangkalan.

’’Kami tidak bisa menjelaskan masalah in, sebab langsung ditangani Balai Besar,’’ jelasnya.

Sumber : http://wawasandigital.com/

6 Tanggapan

  1. yo iyo ntek,lha aernya aj wt mnd am nyuci orng sktr waduk.
    nek jd wrtwan golek informsi sing lngkap ox

  2. kulo asli simo kradenan

  3. di perbaiki waduk simo lan kulo asli saking simo mator suwun saking kulo langsung soko jakarta

  4. wadok simo ki di urok wae

  5. Opo leeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: