Kekeringan Meluas di Kab. Grobogan

KekeringanMemasuki minggu kedua Agustus, kekeringan di Kabupaten Grobogan semakin meluas. Warga yang kesulitan air juga bertambah. Tidak hanya mereka yang tinggal di bagian timur seperti wilayah Gabus, Kradenan, Wirosari, dan Ngaringan, melainkan juga yang bermukim  di Pulokulon dan Geyer.

‘’Kesulitan air membuat warga menempuh banyak upaya. Yang paling mudah adalah turun ke sungai terdekat untuk mengais air,’’ keluh Sumi, warga Desa/Kecamatan Geyer, kemarin.

Dia berharap setetes dua tetes air masih bisa dibawa pulang. Setetes dua tetes air yang diceritakan ibu dua anak itu, bukan hal yang berlebihan. Setelah sumur di rumah tak lagi memancarkan air, dia terpaksa turun ke sungai berjarak 10 meter, meski sungai itu kering- kerontang dan hanya menyisakan hamparan pasir. Namun, dengan semangat luar biasa, dikeruknya permukaan sungai untuk mendapatkan air yang kemungkinan masih tersisa.

Air yang didapat kemudian dibawa pulang dengan tertatih-tatih. Sementara itu, Parmo, warga Juworo Geyer mengaku berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air. Agar perjalanan 500 meter yang ditempuhnya tak sia-sia, dibawanya dua ember ukuran besar dipanggul di pundak kiri dan kanan.
Belum Dibantu Ayah empat orang anak itu tak sekadar membutuhkan untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK), melainkan untuk minum ternaknya.  Alhasil, agar kebutuhan itu tercukupi, sedikitnya dia harus bolak-balik ke sungai tiga kali dalam sehari. Dia meminta Pemkab memberi perhatian atas penderitaan warga. Syukur-syukur secepatnya ada bantuan air bersih untuk mereka. Belum adanya bantuan juga dikeluhkan warga dari sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau ini.

Kabag Kesra Pemkab Grobogan Nur Syahid didampingi Kasubag Sosial Gintono Bejo menyatakan, pihaknya berkewajiban menyalurkan air bersih untuk warga yang kekurangan. Jadwal droping air juga sudah disusun. Namun, sampai kini masih harus berkoordinasi dengan dinas dan instansi lain, agar secepatnya bisa disalurkan.

Jadwal pengiriman air segera mungkin juga akan disampaikan ke PDAM Grobogan untuk pelaksanaan droping ke desa desa. Di Kabupaten Grobogan terdapat 116 desa yang rawan kekeringan. Desa itu tersebar di 15 kecamatan, meliputi Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, Gabus, Kradenan, Pulokulon, Purwodadi, Toroh, Geyer, Penawangan, Karangrayung, Kedungjati, Grobogan, dan Brati. Sebanyak 109 desa sudah minta dikirim air seiring dengan kemarau ini.

Sumber : Suaramerdeka.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: